Ibu

Ibu mengajarkanku tabahnya bersabar. Ketika ada “anak kecil” yang menghina dan memfitnahnya, ibu hanya berkata; sudahlah tidak usah dipikirkan. Ibu hanya marah sebentar karena tidak habis pikir ada “anak kecil” yang pandangannya begitu buruk pada ibu. Aku hanya menghela napas, memendam marah sendirian. Aku ingin ibu baik-baik saja tanpa ada yang mengusik ketenangannya. Aku hanya ingin ibu mendapatkan apa yang harus beliau miliki.

Dari ibu aku belajar menjadi sabar, tidak menyesalkan apa yang telah terjadi karena kesalahan masa lalu. Ibu selalu bilang, buat apa menyesal sekarang? apa bisa kita kembali ke masa lalu? sekarang yang dilakukan adalah tanggung konsekuensinya dan manfaatkan waktu yang ada untuk memperbaiki dampaknya agar tidak terlalu buruk.

Ibu selalu bilang, tak ada gunanya menyesal.

Ya, menyesal memang tak pernah ada gunanya. Tapi bagiku, “anak-anak kecil” itu harus sesekali diberi pelajaran agar pandangannya terhadap ibu menjadi baik tidak aneh-aneh lagi.

Ibu terlalu sabar dan tabah, terkadang aku tidak suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s