Sesuatu Yang Selalu Sia-Sia

Benci itu ketika semua yang kau lihat dan yang kau dengar tidak pernah seperti apa yang kau inginkan.

Semua yang kau harapkan terasa telah mencampakkanmu. Semua yang berada di sekitarmu, tidak pernah mau mengerti dirimu. Itulah benci. Kebencian yang tidak jelas. Padahal jika kamu mau menyisakan sedikit ruang untuk “melihat” dunia yang lebih luas kamu akan sadar, mereka tidak pernah benar-benar mencampakkanmu. Buka matamu, buka telingamu, carilah di mana orang-orang yang kamu yakini tidak menyukaimu? Tidak pernah benar-benar ada kan?

Kebencian telah membutakan matamu untuk melihat kebaikan mereka, kebencian telah menulikan telingamu untuk menerima doa-doa yang mereka utaran agar kamu selamat. Kebencian telah mengerdilkan otak dan mentalmu sehingga kamu hanya selalu mengeluh tentang sikap orang-orang yang selalu saja tidak seperti yang kamu harapkan. Kebencian terus saja kamu pelihara sehingga kamu sibuk mencari-cari kesalahan orang di sekitarmu dan kamu semakin jauh dari orang-orang yang ingin menyelamatkanmu dari kebencian yang tidak jelas. Kebencian yang kamu tumbuhkan dan pelihara di dalam kepala dan hatimu diam-diam telah memakan akal sehatmu, menenggelamkanmu dalam kemurkaan, dan membuat lisanmu tak kunjung berhenti untuk mengeluarkan umpatan serta sumpah serapah.

Tidakkah kamu lelah terus menanamkan kebencian itu dalam kepala dan hatimu? Tidakkah kamu memiliki jeda sebentar saja untuk membuka pikiranmu, membuka mata dan telingamu untuk merasakan apa sesungguhnya yang orang lain rasakan padamu?

Tidak ada satu orang pun yang kamu benci ingin  melawanmu. Tidak ada satu orang pun yang kamu benci ingin menguasaimu. Dan tidak ada satu orang pun yang kamu benci ingin mengatur hidupmu. Sesungguhnya prasangka burukmu berkobar karena kebencian yang tidak pernah kamu sudahi. Kamu benci pada sesuatu yang tidak jelas, pada sesuatu yang salah kamu sangka-kan.

Pada kenyataannya, sadarlah… kamu hanya membuang-buang waktu untuk selalu membenci pada orang-orang yang selalu membuka tangan dan selalu siap mendekap, merangkul dan memelukmu. Kamu telah membenci orang-orang yang akan selalu menyayangimu sampai kapan pun walau kebencianmu tak kunjung padam pada mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s