duka luka

saya sedang tidak ingin gembira dan kembali lari dari kenyataan lagi. hidup yang mulai perlahan rusak dan orang-orang yang memuakkan. saya berusaha untuk sekuatnya serius tenggelam dalam duka ini. duka karena telah kehilangan kuasa atas diri sendiri. saya ingin menikmati kesakitan ini. jangan tersenyum apalagi tertawa. itulah yang saya camkan dalam diri. jangan berkata apa-apa lagi. kata-kata yang keluar dari mulut saya cuma omong kosong bagi mereka. tidak ada yang bisa saya ajak bicara kecuali kucing putih yang bahkan lebih sopan dari pada mereka. saya tidak butuh makan lagi. juga minum. saya tidak butuh berjumpa mereka. saya tidak butuh memperdulikan mereka lagi. bahkan saya tidak butuh diri saya lagi.

saya cuma ingin berada di suatu tempat yang hanya ada keindahan tanpa batas.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s