Happy silent day, Jee

 

Selamat ulang tahun, merupakan serangkaian kalimat yang biasa.

Tidak ada yang spesial pada hari ini kecuali saya pergi dari kosan lupa membawa dompet sehingga harus minjem uang buat ongkos  pada bapak pemiliki warung makan di depan jalan kosan saya. Selebihnya saya  hanya sendirian menjalani hari dari pagi sampai sore di kosan sambil mengerjakan “prakarya” mind maping tugas yang sengaja tidak ingin saya buat dan sekarang harus saya buat demi masa depan saya dikampus. Hari ini tidak pernah saya tunggu-tunggu, karena saya selalu tahu hari ini akan berlalu begitu saja seperti hari-hari yang lalu. Tidak ada yang berubah kecuali berat badan dan umur sel di tubuh saya. Saya masih memandang dunia sebagai sebuah tempat untuk melihat-lihat. Namun sejak saya mengenal adik-adik yang berhati mulia di kota ini, pandangan saya akan hidup tidak seradikal dulu. Saya kini selalu berusaha berpikir positif, mencermati segala peristiwa dengan senyum, dan memberi kesimpulan pasti ada tujuan dibalik suatu kejadian dan tujuan itu selalu baik. Saya kini merasa menjadi lebih ikhlas dan tabah. Setelah saya tiba di sini, di jalan ini, saya sama sekali tidak mau untuk kembali mundur dan mencaritahu di mana saya tadi tersesat. Karena di tempat saya berdiri sekarang, adalah tempat yang paling pantas untuk saya saat ini. Maka saya hanya tinggal menjalaninya dengan senang hati dan sambil tertawa. Hidup itu kini begitu sederhana.

Dan kini, waktunya saya untuk menyelesaikan apa yang telah saya bangun perlahan-lahan. Dan bangunan itu hanya tinggal 10% rampung. Saya sangat penasaran seperti apa bangunan yang saya bangun itu. Jadi, selamat merampungkan apa yang telah saya buat 🙂

Satu tanggapan untuk “Happy silent day, Jee

  1. Dan kini, waktunya kita menyelesaikan apa yang telah kita bangun perlahan-lahan, kak. Do’a-Usaha-Do’a, garis finish itu sudah semakin jelas.
    Aku tidak akan mengatakan ‘semangat’ lagi, sama hal nya dengan mu, kata itu sudah agak kehilangan makna bagiku, mungkin karena terlalu banyak mendarat di telinga. Hahahahaha …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s