Rasa sakit

Hujan ini yang turun perlahan, entah mengapa begitu syahdu terdengar. Mungkin aku terlalu bosan dengan rasa sakit yang selalu mendera. Seolah ia peneduh di tengah kepalaku yang kemelut. Aku selalu mencoba untuk tersenyum, dan membawa rasa sakit itu ke dalam renyahnya tawa. Tak ada yang tahu betul seperti apa gambaran rasa sakit itu. Bahkan aku tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan ketika rasa sakit itu terus saja semakin kuat mendera. Air mata tidak berguna. Aku terbiasa menahannya dalam diam. Sambil seolah membisikan pada rasa sakit itu, “Sudah cukup! Rasanya aku ingin mati saja.” Tapi aku tak mau takluk dan berlutut pada rasa sakit itu. Aku tak mau rasa sakit itu tersenyum lebar dan menghinaku. Tapi aku juga tak mau melawannya. Aku hanya ingin berdamai dengannya. Berjabatan tangan, dan mencubitnya apabila ia rasa sakit itu terlalu nakal karena tidak mau diam. Namun aku selalu rindu, di mana ada hari-hari tanpa sedetik pun rasa sakit.

Hujan ini pun pelan-pelan mulai berhenti. Namun sisa tetesnya masih akan selalu menemani, malam ini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s