Sejak rindu bercabang api

wulandaryyang berkelindan sepi itu bibirmu. terkatup sejak jarak terpaku pada waktu. sejak rindu bercabang api. membakar sisa ingatan-ingatan. pada kata-kata yang ingin pulang. untuk mata-mata yang entah bersembunyi di mana. dan telinga-telinga yang hampa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s