Rasa Sunyi

pada cerita tiang serta temali*(
yang menelaah erat pagutan 
dan dinginnya menanti
petang kian memeta kelam
di antara jendela-jendela yang mulai dikunci
sunyi berjatuhan diterpa angin
kau diam dipenantian berikutnya
menunggu sambil menghitung sisa hangat jemari
yang lepas dari genggaman
pada cerita tiang serta temali*(
rintik hujan mulai bergelantungan
legam telah pelan-pelan menelusuri lekuk tubuh
merembesi rasa sunyi. mengendap pelan-pelan.
pelan-pelan.

*(  kalimat “pada cerita tiang serta temali” dikutip dari sajak chairil anwar-senja di pelabuhan kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s