Hei, Tuan penagih puisi

kepada H

aku sungguh enggan menyapamu, Tuan penagih puisi.
sebab yang bisa aku kabarkan hanya kesunyian.
telah beribu detak di jantung waktu aku matikan
  satu persatu setiap hari sambil bertanya;
                       "di mana kau?"
namun tak bisa aku dapatkan jawabannya dari
    se si apa pun
 dari
       p u i s i
bahkan aku takut mengatakan padamu, Tuan.
aku telah lupa cara merakit kata untuk bercerita 
p e n d e k.

untuk ini semua setiap detak di detik, aku 
             m e n g u t u k i 
diri. berkelahiberkalikali.
dan bertanya berulang u l a n g

                      "di mana kau, aku?"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s