Saat senja berlalu

[sekerat kisah dari cerita yang pendek]

fotojenif
senja di atas loteng-Bukittinggi, 2012

Di sebuah kafe, pada sore itu.

Secarik kertas berwarna merah, ia pegang dengan hati-hati. Aku mencoba untuk mengetahui kertas apa yang ia genggam. Namun sulit aku memastikan kertas apa itu. Kertas itu menyerupai kertas undangan pernikahan. Seperti ada sepasang nama yang tertera di kertas itu tapi sulit aku membacanya. Karena putus asa, aku pun menyerah dan kembali memperhatikan lelaki itu.

 

Ia mulai menatap langit dan membiarkan suhu yang cukup dingin pada sore ini meluruhkan hangat pada larutan capuccinonya. Pandangannya beredar ke sekitar pepohonan akasia yang berderet di tepi jalan. Lalu kembali ia memperhatikan langit, semburat kuning kemerahan mulai bersemi di angkasa.

 

 Ujung Gurun, 140613

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s