“Jangan panik, jee. Ini hal yang SEPELE!”

“Jangan panik, jee. Ini hal yang SEPELE!”

kata-kata di atas menjadi kata-kata yang paling ampuh akhir-akhir ini daripada kata penyemangat lainnya. hanya dengan mengucapkan “Ini sepele, jee!” saya langsung seolah berenergi dan tidak takut menghadapi berbagai “ujian” dan kehidupan di kampus yang sudah ingin buru-buru benar-benar saya tinggalkan dengan akhir yg mutlak dan bernilai.

harusnya satu semester lagi, jee!

kata-kata itu selalu berbisik setiap kali saya hadir di dalam kelas.

dulu sewaktu saya kuliah di fakultas hukum, kata-kata ajaib yang saya ucapkan dalam hati untuk menghadapi perkuliahan adalah “Lakukan saja, jee. toh, ini tidak membuatmu mati!” belakangan saya sadar, ospek di fakultas hukum dulu, ternyata itu yang membuat saya mendapat gangguan panik dan kecemasan selama saya di pekanbaru, bahkan efeknya masih terasa sampai sekarang. ospek tersebut sudah seperti melakukan kekerasan terhadap mental. semua senior saling menghardik dan berteriak dengan junior2nya dalam satu ruangan aula. saya mendengarkannya dari ruang lain karena saya berpura-pura sakit karena tidak sanggup menghadapi sesi selanjutnya. mungkin jika waktu itu saya ikut sesi itu, mungkin gangguan kecemasan dan panik saya akan lebih parah dari ini.

oya, kata-kata ajaib selama saya di pekanbaru ituuu…. “Maju terus, jee. kapan lagi coba?”

di pekanbaru, kota yang seluruh pengalaman baru lahir dan  di mulai. pengalaman menulis, bertemu dengan orang-orang hebat, bertemu dengan teman-teman yang hebat. tapi saya harus meninggalkannya segera, tempat yang terlalu nyaman membuat saya takut terlena dan mengabaikan segala hal yang semestinya saya dahulukan.

oke, bye!