Kutipan-kutipan dari buku MY LIFE AS A WRITER

537713_10151399551834064_1780127378_nMengutip isi buku: MY LIFE AS A WRITER- HAQI ACHMAD & RIBKA ANASTASIA SETIAWAN;

“Untuk mengaku bahwa dirimu penulis, menurutku setidaknya kamu menerbitkan minimal TIGA BUKU. namun jangan pernah memaksakan diri. seorang penulis akan siap dengan sendirinya ketika ia sudah siap. Yang terpenting adalah tingkat kematangan. ibarat buah, setiap penulis punya waktu kematangan masing-masing. seorang penulis perlu mengetahui waktu kematangannya. Yang mengerti dan memahami kapan waktu terbaik untuk “BERBUAH”. Aku pernah bertemu penulis yang ketika usinya tujuh belas tahun menghasilkan karya remaja yang hebat.  setelah itu ia berhenti dan membutuhkan jeda lima belas tahun untuk kembali dan menghasilkan kisah dewasa. menurutku, proses lima belas tahun itu tidak menghentikan langkah dia sebagai penulis. justru ia sedang mematangkan dirinya sebagai penulis. ada satu hal penting yang harus kamu punya untuk mulai menulis: MOTIF!
temukan motif, kenapa kamu menulis? sama seperti misalnya kenapa kamu mendaftarkan diri ke fitness center.” kata  CLARA NG

menurut Alanda kariza; jika kamu ingin bisa menulis dengan baik maka kamu juga harus suka membaca. banyak membaca apa saja. karena semisalnya kamu seorang koki, jika kamu tidak suka makan (mencicipi berbagai makanan) bagaimana bisa kamu tahu, makanan apa saja yang enak. nah, kalau kamu tidak suka membaca, bagaimana kamu bisa tahu, tulisan seperti apa yang bagus dan baik.

kata penulis Joker, Valiant budi yogi: “Aku selalu percaya bahwa setiap kegagalan yang terjadi hari ini adalah proses ketika kita disiapkan untuk sebuah keberhasilan di masa depan. Mengalami berbagai macam penolakan dan penjualan buku yang sempat tidak memuaskan seperti menggembleng diri menjadi penulis yang sangat menghargai karyaku sendiri. Yang terpenting, dengarkan semua kritikan dari editor maupun orang lain. pokoknya ingat aja ini: lebih baik naskahmu lama keluar atau tertahan di penerbit daripada dipaksa keluar dan dihujat setelah terbit. rasanya lebih sakit. Saat kamu mengedit naskahmu sendiri, sebaiknya beri jeda beberapa hari setelah kamu menulis dan saat kamu mengedit, posisikan dirimu sendiri sebagai editor penerbitan. Saran saya, cobalah bikin cover buku yang terang, agar saat berada di atas meja penerbit, bukumu mencolok matanya ketimbang buku-buku yang lain. jadi bisa langsung dia baca. kalau ingin jadi penulis, kita harus bisa menjaga ide dengan baik, salah satunya adalah dengan sering menyampah tulisan. bisa di blog, buku atau di catatan lain. nanti jika sudah terkumpul, kamu bisa mencari tulisan terbaik dan bisa dicarikan kelanjutan ceritanya.

Farida susanty: “Ide yang bagus adalah ide yang unik dan bisa menyentuh seseorang secara emosional dan mental, intinya mah, jujur sama diri sendiri aja. jujur itu penting untuk proses penulisan. Kalau aku nggak berkarya, masa aku berani menyebut diriku penulis? kalau aku nggak nulis lagi, apakah aku akan tetap jadi penulis?”

Dewi lestari (Dee) : ” Saat bersekolah dulu Saya tidak suka pelajaran bahasa indonesia, sebagai orang kreatif, tugas mengarang di sekolah kerap membuat saya kesal bahkan frustasi karena banyaknya batasan dan peraturan-peraturannya. Sebagai penulis, aku berbicara lewat bukuku. penulis adalah profesi yang sangat langgeng, karena menulis dapat dilakukan sampai kapanpun. bahkan sampai kamu sudah tua renta atau tidak bisa mengetik lagi, kamu bisa meminta seseorang untuk mengetiknya asalkan otakmu masih bisa bekerja. ini adalah profesi yang sangat menyenangkan. namun menurutku ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi untuk bisa menjadi seorang penulis: 1)BERANI GAGAL, seorang penulis harus berani gagal karena sepanjang perjalanan untuk menjadi penulis akan banyak sekali penolakan yang perlu dihadapi.
2)BERANI BERHASIL, mungkin ada yang beranggapan setelah buku pertama terbit, ya, sudah, selesai. padahal menurutku keberhasilan buku pertama akan memberi tantangan baru, tantangan untuk bisa menghadapi kesuksesannya. kesuksesan akan diiringi tekanan. pembaca akan punya ekspektasi untuk bukumu berikutnya.
setelah buku pertama terbit, akan ada pertnyaan mengenai langkah yang akan kamu ambil. pertama, apakah langkahmu cukup sampai di sini. kedua, apakah ingin melangkah lagi, menulis lagi, dan menjadi penulis profesional. pilihannya bebas, terserah kamu mau memilih yang mana tapi yang penting adalah seorang penulis harus tahu bagaimana cara menangani kesuksesan dan tahu kemana dirinya harus melangkah.
3)MENJADI PENGAMAT YANG BAIK. aku selalu merasa bahwa seorang penulis memiliki dua otak. satu otak yang dipakai untuk menjalani hidup sehari-hari. dan satu otak lain untuk merekam dan mengamati, mirip seperti pusat pengumpulan data. butuh pembiasaan diri dan ketelatenan untuk merawat otak “penulis” ini.
4)JUJUR DENGAN DIRI SENDIRI. dia harus tahu   bahwa sesuka-sukanya dia dengan penulis siapa pun di planet bumi ini. entah itu JK. Rowling, Dee, ayu utami atau siapa pun, dia harus mengerti bahwa individualitasnyalah yang menentukan bukunya mau kemana.

jadi menurut aku, berani jujur dengan diri sendiri ini berkaitan dengan dua hal. pertama, sebagai penulis ia harus mengetahui kekurangannya dan kedua adalah menetukan individualitasnya sehingga ia memiliki keunikan di luar penulis yang dia sukai atau penulis siapa pun di planet ini.

menurut dewi, cara meningkatkan kualitas menulisnya biasa dengan menemukan buku yang menurutmu bagus dan kamu suka, lalu lakukan komparasi. coba ukur tulisan kamu sudah sampai mana. seorang penulis sukses harus teruji.
faktor untuk menjadi penulis bukan bakat malainkan kerja keras. yang paling penting dimiliki seorang penulis  untuk bisa menyelesaikan tulisannya ialah TARGET.
jika kamu bingung dengan apa yang akan kamu tulis karena kamu punya banyak ide, saranku adalah, JABARKAN SEMUA IDE YANG KAMU PUNYA.
pembaca adalah tempat penulis bercermin. dan yang terakhir, menulis bagiku, adalah caraku beraktualisasi diri. salah satu pencapaian yang aku dapatkan adalah dengan menulis.

sekian.
ini adalah sedikit argumen dalam buku tersebut. jika ingin mendapatkan lebih, silahkan miliki bukunya 🙂
semoga bermanfaat.

Semoga kita tidak akan pernah berhenti berjuang lewat tulisan. hoooo…. semangaaaaat!

Satu tanggapan untuk “Kutipan-kutipan dari buku MY LIFE AS A WRITER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s