“Entahlah…”

“Ini terlalu sepi,” katamu sambil menatapku dengan tatapan heran.

“Bukankah kau sudah terbiasa? seharusnya kau bisa hidup dengannya. apa yang salah?”

“Hmm… tidak ada yang salah, sih. hanya saja…”

“Hanya saja apa?”

“Sepi ini terasa batu bagiku, kali ini. entahlah…”

“Batu? apa yang kau bicarakan?”

“Hmm,,, terasa keras dan dingin.”

“Kau kenapa? apa kau baik-baik saja?”

“Tidak…. ow, tidak…”

“Hey!”

“Ah! semua ini lucu tapi… tidak bisa membuat aku tertawa!”

“Kau tidak apa-apa?”

“Entahlah…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s