Meninggalkan Tidaklah Mudah

Siapapun berhak memilih siapa saja yang tetap mau dia percayai dan siapa saja yang ingin ia tinggalkan. Kita yang seiring waktu menjadi tua, secara tidak sadar pelan-pelan mulai meninggalkan pemikiran yang dulu biasa kita pegang dan percayai. Waktu dan kondisi menjadi objek mati yang hidupnya lama-kelamaan menuntut kita untuk menjadi lebih bijak dalam melangkah.  Manusia […]

Ternyata Aku Bisa Tanpa Kamu, t e m a n

Aku tidak tahu apakah ini berkah atau hanya kebetulan. Tapi yang pasti hari-hari tanpa kehadirannya atau memikirkannya sangat membuatku bersyukur. Betapa tidak, beberapa jam setelah kepergiannya, aku tidak pernah kesepian. Aku dipertemukan dengan orang-orang yang tak pernah kukira akan bertemu. Silaturahmi dengan orang-orang baik, tertawa dan berbagi ilmu yang bermanfaat. Rasanya sungguh sangat senang sekali. […]

Yang Mengudara Dalam Kepala

Pertama, Aku sakit. Yah, sakit. Lalu orang tuaku ingin aku tetap diam dan tidak membicarakan mengenai penyakitku. Kenapa? Karena mereka takut!  Ada banyak hal yang membuat mereka takut. Dan aku tak akan menjelaskan satu-persatu di sini.  Kedua, sepertinya adikku akan segera menikah setelah ia lulus ujian profesi. Dan aku masih saja begini. Aku tahu, ayah […]

Ingatkan Aku Jika Aku Lupa Diri dan Menjadi Sombong

‚ÄčAku memang pemalu. Apalagi dalam hal mengungkapkan isi hati dan pikiran secara lisan dengan orang-orang tertentu. Tapi pada saat keinginan untuk “ngomong”  itu sudah mulai mengganggu kinerja karena selalu kepikiran, apapun yang terjadi mesti diungkapkan langsung secara terang kepada orang tersebut. Tidak peduli apa reaksinya, apakah ia merespon atau tidak. Membalas dengan jawaban yg diharapkan […]

Kamu Tidak Boleh Seperti Itu, Kelak

Saya salut dengan teman yang setelah menikah dan berumah-tangga masih terus berkomunikasi dengan teman-temannya. Masih saling memberi kabar dan akrab seperti biasa. Kenapa saya salut? Karena tidak sedikit juga teman-teman yang tiba-tiba hilang kontak, seolah tenggelam dan mati setelah mereka menikah, punya anak dan bekerja. Tidak tahu mengapa begitu, tapi yang jelas kejadian seperti itu […]

Selamat Datang Kembali, Selamat Aktif Lagi

Saya si penghuni yang beberapa saat membenci rumah ini. Berkali-kali ingin menghapus blog ini. Namun karena saya sudah membesarkan, menghidupkan, menyambung nyawa blog ini dengan kata-kata sejak tahun 2008, dan terlalu banyak kenangan serta kenalan yang membuat saya berat untuk melakukannya. Maka saya mencari rumah yang lain, sebuah tumblr dengan nama sunyiberdialog.tumblr.com. Tak jauh-jauh dari […]

Impian tentang suatu pagi

Suatu pagi aku ingin terbangun karena bias matahari yang menembus celah jendela kamar dan mengenai mataku. Secangkir kopi susu yang hangat dan megepulkan asap sudah menanti di meja. Buku-buku fiksi tersusun kacau di meja dan di lantai kayu yang tiap kupijaki bunyi deritnya memecah sunyi. Dari jendela, angin menerpa masuk membuat tirai bergoyang-goyang lembut. Di […]